Kamis, 23 Juni 2011

Mode Penyimpanan Energi

 Website Ramah Lingkungan

Jika setiap satu orang memiliki blog atau website, dapat dipastikan bahwa jumlah website yang beredar sebanyak populasi masyarakat dunia. Tetapi dengan seiring makin mudahnya membuat website, ditunjang oleh penyedia layanan gratis Social Media setiap satu orang sangat mungkin mengelola lebih dari satu website. Setiap website dipastikan mempunyai satu tujuan yang sama, yaitu dikenal dan dikunjungi banyak orang, teknologi SEO pun dikembangkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Truss.. adakah hubungan dan pengaruh terhadap lingkungan?, lebih-lebih terhadap sumbangan peningkatan CO2?
Membuat website termasuk penyumbang rusaknya lingkungan? tentu saja ini kesimpulan yang kurang tepat dan tergesa-gesa, apalagi jika dihubungkan secara langsung antara rusaknya lingkungan dengan website. Tapi karena satu website ini terhubung dengan web server, juga karena kemampuannya tersambung dengan processor dan memory, dan untuk mengaksesnya dibutuhkan monitor akan membutuhkan konsumsi daya dan menghasilkan emisi CO2. Setiap website yang terbaca oleh satu orang tidak akan berarti, namun jika dalam waktu yang bersamaan dibaca jutaan orang secara bersamaan dapat menghasilkan beberapa ribu miligram emisi CO2.

Menetralkan Emisi CO2

Bagaimana mengurangi emisi CO2 yang terjadi?, menghilangkannya jelas tidak mungkin, apalagi meniadakan website atau internet. Karena dengan adanya website setidaknya dapat mengurangi beban cetak di kertas, yang ujung-ujungnya juga menjadi alternatif solusi pengurangan kualitas lingkungan. Bayangkan jika anda harus mencetak semua halaman yang ada di website saat ini? pasti sangat tidak ramah lingkungan.
Ide tentang Green Website, terasa aneh pada awalnya karena adanya website, email dan lainnya dirasa membantu beban lingkungan terhadap kebutuhan cetak dan kertas, tapi sekarang malah jadi masalah baru lagi. Upaya inisiatif tentang Green Website sebenarnya tidak bergeser dari terciptanya ide Paperless- pengurangan kertas, yaitu upaya mengurangi beban lingkungan semakin berat.
Salah satu langkah dimotori oleh the Ministry of Science, Technology and Innovation melalui programnya CO2 Neutral Website (www.co2neutralwebsite.com). Tujuan dari proyek yang dibangun mulai dari bulan Mei 2009 ini adalah mengajak perusahaan-perusahaan besar untuk menetralkan emisi gas buang CO2. Tidak hanya perusahaan yang mengelola web server tapi juga kepada para pengguna langsung.
Kami tidak menginginka bahwa setiap orang harus berusaha untuk membatasi penggunaan internet, justru sebaliknya!
Green website jangan diartikan secara harafiah sebagaimana arti bebasnya, website dengan warna hijau semua, sama sekali bukan masalah warna website. Konsep green website tentu tidak berdiri sendiri, tapi sejalan dengan konsep green office, atau green work environment. Menjadi satu kesatuan yang saling terkait diantaranya, tentu saja sudah dipikirkan hingga tataran aplikasi teknisnya.
Menggunakan standby mode pada sistem operasi adalah contoh aplikasi praktis untuk menghentikan secara sementara semua aplikasi yang sedang berjalan di halaman web, seperti proses loading animasi, file atau gambar. Dan selama proses pause tersebut warna monitor berganti sementara menjadi hitam sampai dengan kita menggerakkan mouse kita dan kembali kepada halaman semula. Warna hitam pada monitor diyakini mengkonsumsi sumberdaya energi sangat sedikit.
Teknis yang cukup sederhana dan mudah tersebut sudah di fasilitasi oleh situs Online Leaf (www.onlineleaf.com) bagi para admin, webmaster, blogger atau semua saja yang mengelola website dengan langkah mudah menyisipkan code program kedalam website didalam kode sebelum </head>
<script language="javascript" type="text/javascript" src="http://www.onlineleaf.com/savetheenvironment.js"></script>
Pada script ini tersisipkan kode JQuery, jika anda menggunakan Javascript lainnya, anda bisa sisipkan tambahan :
<script>jQuery.noConflictundefined);</script>


Kode situs ini didukung oleh berbagai macam bahasa dunia, salah satunya tentu saja bahasa indonesia, jika menginginkan kode tambahan dengan format bahasa indonesia, anda bisa menambahkan kode seperti dibawah ini:
<script language="javascript" type="text/javascript" src="http://www.onlineleaf.com/savetheenvironment.js?lang=id"></script>
Langkah kecil yang sepertinya gak berarti ini tentu saja bagian dari pada bertindak lokal berdampak global. dan seandainya tidak terjadi kiamat karena kita menggunakan website, gak papa juga. Sejauh sudah berinisiatif untuk bersama-sama menciptakan lingkungan lestari, aman dan sehat buat generasi kita saat ini dan generasi berikutnya.

Buat akun Fiverr anda sekarang dan dapatkan $5 secara gratis


Ini adalah cara mendaftar di fiverr dan cara mendapatkan dollarnya
Fiverr merupakan salah satu dari sekian banyaknya bisnis online yang ada di internet, dengan fiverr anda bisa mendapatkan dollar sebanyak mungkin dan dapat merequest pay out pada hari itu juga secara gratis dan tidak ada potongan biaya ataupun isu bahwa fiverr adalah scam.

Karena teman-teman saya dan orang-orang yang ada di internet sudah mendapatkan payment dari fiverr. Och iya hampir aja lupa, fiverr akan membayar kalian per$5 setiap pekerjaan yang anda lakukan(namun anda terserah ingin mengerjakan tugas yang anda bisa). So, berikut ini adalah cara mendaftar dan mendaoatkan $5 dari fiverr secara gratis.

1. Daftar di link berikut ini www.fiverr.com
2. Daftar
3. Isi semua data dengan benar
4. Mulailah bertugas dan dapatkan $5 pertugas yang anda selesaikan.

Tips agar mudah dapat $5 pertugas:
Buatlah tugas yang paling dicari oleh buyer.

Selamat bertugas !

Sabtu, 18 Juni 2011

CSS : Cascading Style Sheets

Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).
    Keuntungan menggunakan CSS :
  1. Memisahkan presentation sebuah dokumen dari konten dokumen itu sendiri.
  2. Mempermudah dan mempersingkat pembuatan dan pemeliharaan dokumen web
  3. Mempercepat proses rendering/pembacaan HTML.
    Namun dibalik kelebihan tersebut, ada juga kekuranganya yaitu tidak semua browser mengartikan kode CSS dengan cara yang sama. Jadi kadang-kadang, tampilan web dengan CSS terlihat baik di browser yang satu, tapi berantakan di browser yang lain. Jadi harus diperiksa tampilannya supaya terlihat baik di semua browser dan menambahkan kode-kode khusus browser tertentu jika memang dibutuhkan agar tampilan web terlihat baik di semua browser.
    Format penulisan CSS adalah selector { property: value }  dimana selector menunjukkan bagian mana yang hendak diatur / diformat, property untuk menunjukkan, bagian (properti) dari selector yang hendak diatur, sedangkan value adalah nilai dari pengaturannya.

    Cara penggunaan CSS pada dokumen ada 4 cara yaitu :
1. Inline CSS
Kode CSS dituliskan langsung ke dalam tag HTML yang ingin di format. Penulisan cara ini tidak memerlukan penulisan selector dalam kode CSS. Cara sebaiknya hanya digunakan jika mau memformat suatu elemen satu kali saja.
2. Embedded CSS
Anda bisa juga menempelkan kode CSS di antara tag <head> dan </head>. Penulisan CSS dengan cara ini diawali dengan tag <style> dan diakhiri dengan tag </style>.
3. External CSS
Kode CSS external di tulis dalam satu file terpisah yang disimpan dengan akhiran .css. Anda lalu perlu memanggil file CSS tersebut ke dalam semua halaman web yang anda buat. Dengan cara ini, anda hanya perlu memiliki satu set kode CSS yang digunakan untuk semua halaman web anda. Jadi ada dua langkah dalam pengimplementasian CSS dengan cara ini. Pertama buat satu file dengan teks editor, dan beri nama misalkan: style.css, lalu tuliskan kode-kode css di dalam file tersebut. Kedua panggil file style.css dari semua halaman web. Caranya dengan memasukkan kode <link rel=”stylesheet” href=”style.css” type=”text/css”>, di antara tag <head> dan </head>
4. Import CSS
CSS juga dapat di-import ke dalam suatu halaman website menggunakan tag import seperti @import “style.css”; atau @import url(“style.css”);.

    Untuk membuat suatu tag memiliki format berbeda di tempat yang berbeda dapat memanfaatkan Class Selector, cara penulisannya adalah .nama-class {property:value;} sedangkan untuk implementasinya menggunakan taghtml.nama-class {Property:value;}. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag <div class=nama-class> dan di akhiri dengan tag </div>.
Berikut penulisan CSS dengan Class Selector
.tengah {text-align:center;}
p.tengah {color:red;}
h1.kiri {color:blue;}
h1.tengah {color:black;}
Contoh implementasinya seperti dibawah ini :

<div class=tengah>
  <p>Teks tengah akan berwarna merah.</p>
   <h1 > Tag H1 tengah akan berwarna hitam</h1>
</div>
   <h1 class=kiri>Tag H1 kiri akan berwarna biru</h1>

Untuk mem-validasi CSS dapat dilakukan di http://jigsaw.w3.org/css-validator/ .
Info lebih lengkap tentang properti-properti yang tersedia di CSS bisa dilihat di http://xhtml.com/en/css/reference/.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Cascading_Style_Sheets
http://www.belajarcss.com/panduan-css/
http://www.w3schools.com/css/